Pada musim 2010-2011, Los Blancos –julukan Madrid– ditangani pelatih kontroversial, namun sukses yakni Jose Mourinho. Mou –sapaan akrab Mourinho– sukses membawa Madrid meraih kemenangan di partai puncak lewat gol tunggal Cristiano Ronaldo di babak perpanjangan waktu.
Sementara di musim 2013-2014, Barca lagi-lagi dikalahkan Madrid yang saat itu dilatih Carlo Ancelotti dengan skor 1-2. Hal yang membuat Xavi kesal tentu gol di pengujung pertandingan. Saat itu, Gareth Bale melakukan aksi solo run di menit 88 sebelum membobol gawang Barca kawalan Jose Pinto.
“Pengalaman terburuk saya ketika tampil di final Copa del Rey dan dikalahkan Mourinho dan Ancelotti. Ya, itu sangat menyakitkan,” jelas Xavi mengutip dari Football Espana.
Terlepas dari dua kekalahan tersebut, Barca tetaplah tim yang paling sering menang di ajang Copa del Rey. Sepanjang sejarah, Barca telah meraih 28 trofi, sementara Madrid sembilan gelar lebih sedikit ketimbang Los Azulgrana –julukan Barca.
Agen Judi Bola - Judi Bola - Judi Online - Bola Online

0 komentar :
Posting Komentar