Agen Judi Bola -MUSIM yang baru dengan wajah skuad yang baru. Juventus punya kans yang sama besarnya seperti pada musim-musim sebelumnya untuk menjadi juara Serie A. Meskipun ditinggal pemain penting, Juve dinilai masih bertaji untuk bersaing memperebutkan mahkota juara.
Kehilangan Paul Pogba dan Alvaro Morata membuat Juventus sedikit agak pincang di lini tengah dan depan. Namun, keberanian manajemen mengeluarkan dana besar demi mendapatkan penggantinya patut diberikan aplaus.
Mengapa Juve diyakini masih bisa bersaing di papan atas? Meskipun kehilangan pemain yang krusial, para klub rival Juve seperti AS Roma, Napoli, atau pun Inter Milan terlihat tidak benar-benar serius dalam membenahi skuad mereka di bursa transfer kali ini.
Peta persaingan pun diyakini tidak akan berubah banyak. Juve kemungkinan besar bakal tetap mendominasi. Napoli dan AS Roma kemungkinan akan jadi dua klub yang kemungkinan masih bakal merepotkan. Plus jika konsisten, Inter juga harus diwaspadai oleh Juve.
Kombinasi Tua-Muda di Skuad
Massimiliano Allegri memiliki kombinasi skuad yang tak hanya didominasi pemain muda, tetapi juga pemain berumur yang berpengalaman. Hal itu pun dipertahankan hingga kini. Bahkan di bursa transfer, La Vecchia Signora tetap mengombinasikan hal itu.
Juve membeli Marko Pjaca (21 tahun), memermanenkan Mario Lemina (22) yang notabene adalah dua pemain muda menjanjikan untuk lini tengah. Namun, mereka juga memboyong Dani Alves (33), meminjam Medhi Benatia (29), dan merogoh kocek besar untuk Gonzalo Higuain (28).
Pjaca diplot sebagai pemain yang akan mengisi pos yang ditinggalkan oleh Pogba, sementara Lemina bakal memperkukuh lini tengah, bersama pemain anyar lain yang sarat pengalaman yakni Miralem Pjanic.
Pada sisi pertahanan kehadiran Dani Alves diharapkan bisa memperkukuh lini belakang. Pun dengan Benatia yang sudah punya segudang pengalaman bermain di Serie A bersama AS Roma diharapkan akan membantu Juve meraih kejayaan musim ini.
Sama halnya di lini depan, pemain muda Paulo Dybala akan bertandem dengan striker anyar Gonzalo Higuain. El Pipita bisa dikatakan merupakan pembelian tepat terlepas dari harganya yang sangat mahal. Usianya yang sudah matang plus kemampuan mencetak gol mumpuni jadi jaminan ketajaman untuk lini depan Juve musim depan.
Formasi yang Digunakan
Ketika melakoni partai pramusim, Allegri mencoba dua formasi yakni 4-4-2 dan 4-3-1-2. Jika melihat komposisi pemain yang dimiliki oleh Juve saat ini, rasanya 4-3-1-2 cukup cocok. Namun, sepertinya Allegri tetap akan mempertahankan pola 3-5-2.
Pola tersebut bukan hanya membawa kesuksesan pada Juventus musim lalu, tetapi juga sudah jadi pola andalan yang benar-benar dipahami oleh skuad Juve. Beberapa pemain anyar pun dipercaya akan nyetel dengan pola tersebut.
Pada lini belakang Allegri tetap akan memercayakan komando pada diri Bonucci. Lalu di lini tengah kepergian Pogba mungkin akan memberikan kesempatan untuk Lemina lebih banyak tampil. Plus, Pjaca kemungkinan akan jadi bagian dari tim utama.
Sementara di lini depan, Dybala dan Higuain bakal jadi pemain andalan. Keduanya merupakan pemain yang musim lalu berturut-turut berada di posisi satu-dua pada tabel papan top skor Serie A. Tentunya ketajaman keduanya bakal sangat dimanfaatkan.
Pemain Kunci
Jika berbicara sosok kunci untuk skuad Juve, jelas Gianluigi Buffon memegang peranan tersebut. Sosok yang paling senior di skuad, pengalaman Buffon jadi hal penting untuk Juve. Sama halnya denga musim lalu, Buffon memegang pernana krusial.
Ketangguhan Buffon dalam menjaga gawang memang tidak terlepas juga dari kontribusi rapatnya lini pertahanan. Namun, perlu digarisbawahi jika musim lalu Buffon jatuh-bangun mempertahankan keperawanan gawang Juve.
Bahkan pemain yang sempat membela Parma tersebut sempat mencatatkan rekor clean sheet terpanjang dalam sejarah Serie A yakni selama 930 menit musim lalu. Buffon melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh kipper AC Milan, Sebastiano Rossi yakni 926 menit.

0 komentar :
Posting Komentar